Rabu, 21 Juli 2021
Minggu, 21 Agustus 2016
Jumat, 23 Agustus 2013
SEJARAH SINGKAT SMP NEGERI 1 DAN TERBUKA ADIWERNA
Sebenarnya
SMP N 01 Adiwerna sudah favorit, tapi tak ada salahnya menceritakan
tentang SMP ini. (Artikel ini bersumber dari website resmi SMP 1
Adiwerna)
Seperti
namanya, SMP Negeri 1 Adiwerna terletak di Jalan Raya Selatan Banjaran
Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, sekitar 6 Km ke selatan dari Kota
Tegal. Lokasi ini memang cukup strategis, karena dekat dengan pertokoan
ramai, serta terletak di pinggir jalan besar, sehingga bisa mendukung
perkembangan SMP yang satu ini, sehingga sampai sekarang berdiri
bangunan yang megah berlantai 2 dengan luas tanah ± 5302 m². SMP
Negeri 1 Adiwerna berdiri dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia Nomor : 97/SK/B/III/65-66 tanggal 19 Juli 1965 yang berlaku mulai tanggal 1 Agustus 1965. Dengan demikian, sampai akhir 2011 SMP Negeri 1 Adiwerna sudah berusia 46 tahun.
Pada awalnya, SMP N 01 Adiwerna merupakan sekolah swasta yang berkategori luas, kemudian terpecah menjadi 3 sekolah, yaitu :
- SMP Muhammadiyah Adiwerna yang dikelola oleh pengurus perguruan agama mendirikan Pendidikan Guru Agama.
- SMP PGRI yang sudah lama tidak beroperasi.
- SMP Negeri 01 Adiwerna yang dikelola oleh Pemerintah.
Sejak berdiri sampai sekarang (2011) sudah 9 orang Kepala Sekolah yang menjabat, diantaranya :
- Bpk. Abdul Ghani, tahun 1965 – 1967
- Bpk. Sudrajat, tahun 1967 – 1969
- Bpk. Suparno EP, tahun 1969 – 1970
- Bpk. H. Saryo Susilowardoyo, tahun 1970 – 1987
- Bpk. H. Ngadimin Harjo Sukarno, tahun 1987 – 1982
- Bpk. Moengkar HS, tahun 1992 – 1996
- Bpk. Drs.H. Karsan, tahun 1996 – 2003
- Bpk. Drs. H.Imam Darsono, tahun 2003 – 2011
- Bpk. Sakirman, S.Pd M.Pd, tahun 2011– Sekarang
SMP
Negeri 1 Adiwerna lebih dikenal setelah dibukanya SMP Terbuka Adiwerna
pada masa Bpk. H. Saryo Susilowardoyo (1979) , karena merupakan
salah satu SMP Terbuka rintisan /pertama di Indonesia bersama 4 SMP
Terbuka lainnya. Keberadaan SMP Terbuka 1 Adiwerna sampai sekarang
masih bagus dengan jumlah siswa yang lumayan walaupun banyak berdiri
USB ( Unit Sekolah Baru ) yang dibangun didaerah sekitar. Jumlah siswa
sekarang berkisar 180 anak.
Pada
masa kepemimpinan Bpk. Moengkar HS, muncul program Wajib Belajar 9
Tahun pada 1994, siswa yang mendaftar meningkat dengan cepat, sehingga
ruangan kelas tidak mencukupi, akibatnya dibukalah kelas double shift,
yaitu Kegiatan Belajar Mengajar pagi dan dan siang hal ini
berlangsung sampai tahun 2002.
Sejak
tahun 1997 an, bangunan sekolah mulai dibongkar secara bertahap dari
bangunan lama yang sudah tidak layak diganti dengan bangunan baru dengan
kontruksi bertingkat. Kebijakan tersebut dilanjutkan pada masa
kepemimpinan Bp. Imam Darsono . Kini bangunan sekolah terlihat kokoh dan
megah sampai sekarang ruangan yang sudah dibangun sebanyak 27 Ruang
Kelas, 1 Ruang Laboratorium Komputer, 1 Ruang Laboratorium Bahasa , 2
Ruang Laboratorium IPA, 1 Ruang Perpustakaan, 1 Ruang Administrasi, 1
Ruang Kepala Sekolah, 1 Ruang Komputer , 1 Ruang UKS, 1 Ruang OSIS dan
Ruang Gudang, dan ruang Praktek keterampilan menjahit.
Pembangunan
ruang tersebut sebagian besar dari dana orangtua murid dan sebagian
dari Pemerintah melalui Program Imbal swadaya. Pada tahun 2011 telah
dibangun kamar kecil siswa dengan 3 kamar kecil pria dan 5 kamar kecil
wanita, ruang khusus untuk praktek memasak, serta penyelesain bagian
depan, sehingga saat ini SMP N 1 Adiwerna terlihat megah dari luar.
Mulai
tahun 2004 SMP Negeri 1 Adiwerna merupakan Sekolah Standar Nasional (
SSN ) berdasarkan SK Direktur Pendidikan Lanjutan Pertama Nomor :
1147/A/C3/SK/2004 tanggal 5 Juli 2004. Ini merupakan SSN Angkatan
pertama bersama dengan sekitar 600 sekolah seluruh Indonesia . Dengan
Status sekolah SSN ini , selama 3 tahun sekolah mendapatkan bantuan
dari Pemerintah untuk peningkatan mutu sekolah . Tahun 2007 bantuan
dari Pemerintah untuk SSN berhenti karena kontrak sebagai SSN selama 3
tahun sehingga SMP Negeri 1 Adiwerna menjadi Sekolah Kategori Mandiri (
SKM ) yang berarti untuk peningkatan mutu dana diusahakan secara
mandiri.
Jumlah
siswa SMP Negeri 1 Adiwerna tahun 2011 / 2012 sebanyak 1073 anak.
Terdiri dari 27 kelas, yaitu kelas 7 A-I, kelas 8 A-I dan kelas 9 A-I.
Jumlah Guru 53 orang terdiri dari 49 orang PNS, 1 orang PTT, 3 orang GTT
. Sedang Jumlah Karyawan Tata Usaha sebanyak 18 orang terdiri 13
orang PNS dan 5 orang PTT. SMP Negeri 1 Adiwerna diakreditasi terakhir
pada tahun 2008 dengan nilai 95,75 ( Kategori A )
Dengan
berakhirnya bantuan dana SSN pada tahun 2007 itu pula SMP Negeri 1
Adiwerna dinominasikan dan diusulkan menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf
Internasional ( RSBI ) dan telah diverivikasi petugas dari Direktorat
PLP . Namun sampai sekarang belum lolos menjadi RSBI . Ada beberapa
kendala untuk menjadi RSBI diantaranya masih adanya SMP Terbuka, luas
lahan yang tidak memadai. Dilihat dari fasilitas dan prestasi SMP Negeri
1 Adiwerna layak untuk menjadi RSBI, apalagi telah disiapkan dengan
dibukanya kelas Imersi dan kelas Bilingual pada 3 tahun terakhir. Kelas
Imersi atau Bilingual adalah Kelas dengan pembelajaran menggunakan 2
bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. dan sekarang sudah ada
6 kelas yang menjalankan program tersebut yaitu:
1. Kelas VII A ( VII Imersi 1 )
2. Kelas VII B ( VII Imersi 2 )
3. Kelas VIII A ( VIII Imersi 1 )
4. Kelas VIII I ( VIII Imersi 2 )
5. Kelas IX H ( IX Imersi 1 )
6. Kelas IX I( IX Imersi 2 )
SMP
Negeri 1 Adiwerna sarat dengan prestasi yang diraih baik akademik
maupun non akademik dari siswa maupun guru. ini bisa dilihat pada bukti
piala yang dipajang berjejer penuh pada ruangan depan koridor . Untuk
peringkat nilai UN untuk Kabupaten SMP Negeri 1 Adiwerna beberapa kali
menduduki peringkat 1 atau paling jauh peringkat 2 . Prestasi Guru pun
demikian beberapa meraih Guru Prestasi di tingkat Kabupaten dan maju
pada tingkat Propinsi , dan beberapa orang guru lolos seleksi calon
Kepala Sekolah untuk tahun 2010 ada 5 orang yang lolos seleksi, dan 2
Guru lolos sebagai kepala sekolah, tahun 2011 juga 2 guru terpilih
menjadi kepala sekolah.
Lulusan
SMP Negeri 1 Adiwerna banyak diterima di sekolah lanjutan yang favorit
baik di dalam kota maupun di luar kota. Demikian juga alumni SMP Negeri 1
Adiwerna banyak berhasil dan sukses di Pemerintah maupun sektor
swasta.
Pada
Ujian Nasional tahun 2011 Siswa SMP Negeri 1 Adiwerna 100% Lulus dengan
nilai yang sangat memuaskan dengan nilai rata-rata delapan puluh lebih,
sebuah prestasi yang pantas diraih oleh sekolah favorit di Kabupaten
Tegal.
Itulah
gambaran singkat sejarah SMP Negeri 1 Adiwerna mulai berdiri sampai
sekarang selama 46 tahun perjalanan dengan berbagai prestasi yang telah
diraih dalam Reference : http://smpn1-adiwernatgl.sch.id/
Senin, 02 April 2012
Senin, 03 Oktober 2011
Senin, 03 Januari 2011
Rabu, 16 Desember 2009
PENDIDIKAN ANAK
ANAKKU AYU DAN GANTENG KAYA BAPANE HE..HE.........<a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRCWXo32SX6mFg9GLqvrvajuuxheYwZSJ88CDN_Fgkd2BlkXCEvBJxwjAX6jiNjtsjt1VxLXCy57ZcnsC8ioWJb6_KcjuYEQqAis0gkUq1OXYQ06dm9Hj7gyxSDOKl3yYIlPod5H3TWJeM/s1600-h/Foto0072.jpg">
30 Kiat Menuntut Ilmu [Pendidikan Anak Dalam Islam]Apabila telah tampak tanda-tanda tamyiz pada seorang anak, maka selayaknya dia mendapatkan perhatian sesrius dan pengawasan yang cukup. Sesungguhnya hatinya bagaikan bening mutiara yang siap menerima segala sesuatu yang mewarnainya. Jika dibiasakan dengan hal-hal yang baik, maka ia akan berkembang dengan kebaikan, sehingga orang tua dan pendidiknya ikut serta memperoleh pahala. Sebaliknya, jika ia dibiasakan dengan hal-hal buruk, maka ia akan tumbuh dengan keburukan itu. Maka orang tua dan pedidiknya juga ikut memikul dosa karenanya. Oleh karena itu, tidak selayaknya orang tua dan pendidik melalaikan tanggung jawab yang besar ini dengan melalaikan pendidikan yang baik dan penanaman adab yang baik terhadapnya sebagai bagian dari haknya. Di antara adab-adab dan kiat dalam mendidik anak adalah sebagai berikut:• Hendaknya anak dididik agar makan dengan tangan kanan, membaca basmalah, memulai dengan yang paling dekat dengannya dan tidak mendahului makan sebelum yang lainnya (yang lebih tua, red). Kemudian cegahlah ia dari memandangi makanan dan orang yang sedang makan. • Perintahkan ia agar tidak tergesa-gesa dalam makan. Hendaknya mengunyahnya dengan baik dan jangan memasukkan makanan ke dalam mulut sebelum habis yang di mulut. Suruh ia agar berhati-hati dan jangan sampai mengotori pakaian. • Hendaknya dilatih untuk tidak bermewah-mewah dalam makan (harus pakai lauk ikan, daging dan lain-lain) supaya tidak menimbulkan kesan bahwa makan harus dengannya. Juga diajari agar tidak terlalu banyak makan dan memberi pujian kepada anak yang demikian. Hal ini untuk mencegah dari kebiasaan buruk, yaitu hanya memen-tingkan perut saja. • Ditanamkan kepadanya agar mendahulukan orang lain dalam hal makanan dan dilatih dengan makanan sederhana, sehingga tidak terlalu cinta dengan yang enak-enak yang pada akhirnya akan sulit bagi dia melepaskannya. • Sangat disukai jika ia memakai pakaian berwarna putih, bukan warna-warni dan bukan dari sutera. Dan ditegaskan bahwa sutera itu hanya untuk kaumwanita. • Jika ada anak laki-laki lain memakai sutera, maka hendaknya mengingkarinya. Demikian juga jika dia isbal (menjulurkan pakaiannya hingga melebihi mata kaki). Jangan sampai mereka terbiasa dengan hal-hal ini. • Selayaknya anak dijaga dari bergaul dengan anak-anak yang biasa bermegah-megahan dan bersikap angkuh. Jika hal ini dibiarkan maka bisa jadi ketika dewasa ia akan berakhlak demikian. Pergaulan yang jelek akan berpengaruh bagi anak. Bisa jadi setelah dewasa ia memiliki akhlak buruk, seperti: Suka berdusta, mengadu domba, keras kepala, merasa hebat dan lain-lain, sebagai akibat pergaulan yang salah di masa kecilnya. Yang demikian ini, dapat dicegah dengan memberikan pendidikan adab yang baik sedini mungkin kepada mereka. • Harus ditanamkan rasa cinta untuk membaca al Qur’an dan buku-buku, terutama di perpustakaan. Membaca al Qur’an dengan tafsirnya, hadits-hadits Nabi n dan juga pelajaran fikih dan lain-lain. Dia juga harus dibiasakan menghafal nasihat-nasihat yang baik, sejarah orang-orang shalih dan kaum zuhud, mengasah jiwanya agar senantiasa mencintai dan menela-dani mereka. Dia juga harus diberitahu tentang buku dan faham Asy’ariyah, Mu’tazilah, Rafidhah dan juga kelompok-kelompok bid’ah lainnya agar tidak terjerumus ke dalamnya. Demikian pula aliran-aliran sesat yang banyak ber-kembang di daerah sekitar, sesuai dengan tingkat kemampuan anak. • Dia harus dijauhkan dari syair-syair cinta gombal dan hanya sekedar menuruti hawa nafsu, karena hal ini dapat merusak hati dan jiwa. • Biasakan ia untuk menulis indah (khath) dan mengahafal syair-syair tentang kezuhudan dan akhlak mulia. Itu semua menunjukkan kesempurnaan sifat dan merupakan hiasan yang indah. • Jika anak melakukan perbuatan terpuji dan akhlak mulia jangan segan-segan memujinya atau memberi penghargaan yang dapat membahagia-kannya. Jika suatu kali melakukan kesalahan, hendaknya jangan disebar-kan di hadapan orang lain sambil dinasihati bahwa apa yang dilakukannya tidak baik. • Jika ia mengulangi perbuatan buruk itu, maka hendaknya dimarahi di tempat yang terpisah dan tunjukkan tingkat kesalahannya. Katakan kepadanya jika terus melakukan itu, maka orang-orang akan membenci dan meremehkannya. Namun jangan terlalu sering atau mudah memarahi, sebab yang demikian akan menjadikannya kebal dan tidak terpengaruh lagi dengan kemarahan. • Seorang ayah hendaknya menjaga kewibawaan dalam ber-komunikasi dengan anak. Jangan menjelek-jelekkan atau bicara kasar, kecuali pada saat tertentu. Sedangkan seorang ibu hendaknya menciptakan perasaan hormat dan segan terhadap ayah dan memperingatkan anak-anak bahwa jika berbuat buruk maka akan mendapat ancaman dan kemarahan dari ayah. • Hendaknya dicegah dari tidur di siang hari karena menyebabkan rasa malas (kecuali benar-benar perlu). Sebaliknya, di malam hari jika sudah ingin tidur, maka biarkan ia tidur (jangan paksakan dengan aktivitas tertentu, red) sebab dapat menimbulkan kebosanan dan melemahnya kondisi badan. • Jangan sediakan untuknya tempat tidur yang mewah dan empuk karena mengakibatkan badan menjadi terlena dan hanyut dalam kenikmatan. Ini dapat mengakibatkan sendi-sendi menjadi kaku karena terlalu lama tidur dan kurang gerak. • Jangan dibiasakan melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi, sebab ketika ia melakukannya, tidak lain karena adanya keyakinan bahwa itu tidak baik. • Biasakan agar anak melakukan olah raga atau gerak badan di waktu pagi agar tidak timbul rasa malas. Jika memiliki ketrampilan memanah (atau menembak, red), menunggang kuda, berenang, maka tidak mengapa menyi-bukkan diri dengan kegiatan itu. • Jangan biarkan anak terbiasa melotot, tergesa-gesa dan bertolak (berkacak) pinggang seperti perbuatan orang yang membangggakan diri. • Melarangnya dari membangga-kan apa yang dimiliki orang tuanya, pakaian atau makanannya di hadapan teman sepermainan. Biasakan ia ber-sikap tawadhu’, lemah lembut dan menghormati temannya. • Tumbuhkan pada anak (terutama laki-laki) agar tidak terlalu mencintai emas dan perak serta tamak terhadap keduanya. Tanamkan rasa takut akan bahaya mencintai emas dan perak secara berlebihan, melebihi rasa takut terhadap ular atau kalajengking. • Cegahlah ia dari mengambil sesuatu milik temannya, baik dari keluarga terpandang (kaya), sebab itu merupakan cela, kehinaan dan menurunkan wibawa, maupun dari yang fakir, sebab itu adalah sikap tamak atau rakus. Sebaliknya, ajarkan ia untuk memberi karena itu adalah perbuatan mulia dan terhormat. • Jauhkan dia dari kebiasaan meludah di tengah majlis atau tempat umum, membuang ingus ketika ada orang lain, membelakangi sesama muslim dan banyak menguap. • Ajari ia duduk di lantai dengan bertekuk lutut atau dengan menegakkan kaki kanan dan menghamparkan yang kiri atau duduk dengan memeluk kedua punggung kaki dengan posisi kedua lutut tegak. Demikian cara-cara duduk yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam. • Mencegahnya dari banyak berbicara, kecuali yang bermanfaat atau dzikir kepada Allah. • Cegahlah anak dari banyak bersumpah, baik sumpahnya benar atau dusta agar hal tersebut tidak menjadi kebiasaan. • Dia juga harus dicegah dari perkataan keji dan sia-sia seperti melaknat atau mencaci maki. Juga dicegah dari bergaul dengan orang-orang yang suka melakukan hal itu. • Anjurkanlah ia untuk memiliki jiwa pemberani dan sabar dalam kondisi sulit. Pujilah ia jika bersikap demikian, sebab pujian akan mendorongnya untuk membiasakan hal tersebut. • Sebaiknya anak diberi mainan atau hiburan yang positif untuk melepaskan kepenatan atau refreshing, setelah selesai belajar, membaca di perpustakaan atau melakukan kegiatan lain. • Jika anak telah mencapai usia tujuh tahun maka harus diperintahkan untuk shalat dan jangan sampai dibiarkan meninggalkan bersuci (wudhu) sebelumnya. Cegahlah ia dari berdusta dan berkhianat. Dan jika telah baligh, maka bebankan kepadanya perintah-perintah. • Biasakan anak-anak untuk bersikap taat kepada orang tua, guru, pengajar (ustadz) dan secara umum kepada yang usianya lebih tua. Ajarkan agar memandang mereka dengan penuh hormat. Dan sebisa mungkin dicegah dari bermain-main di sisi mereka (mengganggu mereka).Demikian adab-adab yang berkaitan dengan pendidikan anak di masa tamyiz hingga masa-masa menjelang baligh. Uraian di atas adalah ditujukan bagi pendidikan anak laki-laki. Walau demikian, banyak di antara beberapa hal di atas, yang juga dapat diterapkan bagi pendidikan anak perempuan. Wallahu a’lam. Dari mathwiyat Darul Qasim “tsalasun wasilah li ta’dib al abna’’” asy Syaikh Muhammad bin shalih al Utsaimin rahimahullah . [Ubaidillah Masyhadi/alsofwah]
Diposkan oleh HIDAYAT ATIK P di 20:37
30 Kiat Menuntut Ilmu [Pendidikan Anak Dalam Islam]Apabila telah tampak tanda-tanda tamyiz pada seorang anak, maka selayaknya dia mendapatkan perhatian sesrius dan pengawasan yang cukup. Sesungguhnya hatinya bagaikan bening mutiara yang siap menerima segala sesuatu yang mewarnainya. Jika dibiasakan dengan hal-hal yang baik, maka ia akan berkembang dengan kebaikan, sehingga orang tua dan pendidiknya ikut serta memperoleh pahala. Sebaliknya, jika ia dibiasakan dengan hal-hal buruk, maka ia akan tumbuh dengan keburukan itu. Maka orang tua dan pedidiknya juga ikut memikul dosa karenanya. Oleh karena itu, tidak selayaknya orang tua dan pendidik melalaikan tanggung jawab yang besar ini dengan melalaikan pendidikan yang baik dan penanaman adab yang baik terhadapnya sebagai bagian dari haknya. Di antara adab-adab dan kiat dalam mendidik anak adalah sebagai berikut:• Hendaknya anak dididik agar makan dengan tangan kanan, membaca basmalah, memulai dengan yang paling dekat dengannya dan tidak mendahului makan sebelum yang lainnya (yang lebih tua, red). Kemudian cegahlah ia dari memandangi makanan dan orang yang sedang makan. • Perintahkan ia agar tidak tergesa-gesa dalam makan. Hendaknya mengunyahnya dengan baik dan jangan memasukkan makanan ke dalam mulut sebelum habis yang di mulut. Suruh ia agar berhati-hati dan jangan sampai mengotori pakaian. • Hendaknya dilatih untuk tidak bermewah-mewah dalam makan (harus pakai lauk ikan, daging dan lain-lain) supaya tidak menimbulkan kesan bahwa makan harus dengannya. Juga diajari agar tidak terlalu banyak makan dan memberi pujian kepada anak yang demikian. Hal ini untuk mencegah dari kebiasaan buruk, yaitu hanya memen-tingkan perut saja. • Ditanamkan kepadanya agar mendahulukan orang lain dalam hal makanan dan dilatih dengan makanan sederhana, sehingga tidak terlalu cinta dengan yang enak-enak yang pada akhirnya akan sulit bagi dia melepaskannya. • Sangat disukai jika ia memakai pakaian berwarna putih, bukan warna-warni dan bukan dari sutera. Dan ditegaskan bahwa sutera itu hanya untuk kaumwanita. • Jika ada anak laki-laki lain memakai sutera, maka hendaknya mengingkarinya. Demikian juga jika dia isbal (menjulurkan pakaiannya hingga melebihi mata kaki). Jangan sampai mereka terbiasa dengan hal-hal ini. • Selayaknya anak dijaga dari bergaul dengan anak-anak yang biasa bermegah-megahan dan bersikap angkuh. Jika hal ini dibiarkan maka bisa jadi ketika dewasa ia akan berakhlak demikian. Pergaulan yang jelek akan berpengaruh bagi anak. Bisa jadi setelah dewasa ia memiliki akhlak buruk, seperti: Suka berdusta, mengadu domba, keras kepala, merasa hebat dan lain-lain, sebagai akibat pergaulan yang salah di masa kecilnya. Yang demikian ini, dapat dicegah dengan memberikan pendidikan adab yang baik sedini mungkin kepada mereka. • Harus ditanamkan rasa cinta untuk membaca al Qur’an dan buku-buku, terutama di perpustakaan. Membaca al Qur’an dengan tafsirnya, hadits-hadits Nabi n dan juga pelajaran fikih dan lain-lain. Dia juga harus dibiasakan menghafal nasihat-nasihat yang baik, sejarah orang-orang shalih dan kaum zuhud, mengasah jiwanya agar senantiasa mencintai dan menela-dani mereka. Dia juga harus diberitahu tentang buku dan faham Asy’ariyah, Mu’tazilah, Rafidhah dan juga kelompok-kelompok bid’ah lainnya agar tidak terjerumus ke dalamnya. Demikian pula aliran-aliran sesat yang banyak ber-kembang di daerah sekitar, sesuai dengan tingkat kemampuan anak. • Dia harus dijauhkan dari syair-syair cinta gombal dan hanya sekedar menuruti hawa nafsu, karena hal ini dapat merusak hati dan jiwa. • Biasakan ia untuk menulis indah (khath) dan mengahafal syair-syair tentang kezuhudan dan akhlak mulia. Itu semua menunjukkan kesempurnaan sifat dan merupakan hiasan yang indah. • Jika anak melakukan perbuatan terpuji dan akhlak mulia jangan segan-segan memujinya atau memberi penghargaan yang dapat membahagia-kannya. Jika suatu kali melakukan kesalahan, hendaknya jangan disebar-kan di hadapan orang lain sambil dinasihati bahwa apa yang dilakukannya tidak baik. • Jika ia mengulangi perbuatan buruk itu, maka hendaknya dimarahi di tempat yang terpisah dan tunjukkan tingkat kesalahannya. Katakan kepadanya jika terus melakukan itu, maka orang-orang akan membenci dan meremehkannya. Namun jangan terlalu sering atau mudah memarahi, sebab yang demikian akan menjadikannya kebal dan tidak terpengaruh lagi dengan kemarahan. • Seorang ayah hendaknya menjaga kewibawaan dalam ber-komunikasi dengan anak. Jangan menjelek-jelekkan atau bicara kasar, kecuali pada saat tertentu. Sedangkan seorang ibu hendaknya menciptakan perasaan hormat dan segan terhadap ayah dan memperingatkan anak-anak bahwa jika berbuat buruk maka akan mendapat ancaman dan kemarahan dari ayah. • Hendaknya dicegah dari tidur di siang hari karena menyebabkan rasa malas (kecuali benar-benar perlu). Sebaliknya, di malam hari jika sudah ingin tidur, maka biarkan ia tidur (jangan paksakan dengan aktivitas tertentu, red) sebab dapat menimbulkan kebosanan dan melemahnya kondisi badan. • Jangan sediakan untuknya tempat tidur yang mewah dan empuk karena mengakibatkan badan menjadi terlena dan hanyut dalam kenikmatan. Ini dapat mengakibatkan sendi-sendi menjadi kaku karena terlalu lama tidur dan kurang gerak. • Jangan dibiasakan melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi, sebab ketika ia melakukannya, tidak lain karena adanya keyakinan bahwa itu tidak baik. • Biasakan agar anak melakukan olah raga atau gerak badan di waktu pagi agar tidak timbul rasa malas. Jika memiliki ketrampilan memanah (atau menembak, red), menunggang kuda, berenang, maka tidak mengapa menyi-bukkan diri dengan kegiatan itu. • Jangan biarkan anak terbiasa melotot, tergesa-gesa dan bertolak (berkacak) pinggang seperti perbuatan orang yang membangggakan diri. • Melarangnya dari membangga-kan apa yang dimiliki orang tuanya, pakaian atau makanannya di hadapan teman sepermainan. Biasakan ia ber-sikap tawadhu’, lemah lembut dan menghormati temannya. • Tumbuhkan pada anak (terutama laki-laki) agar tidak terlalu mencintai emas dan perak serta tamak terhadap keduanya. Tanamkan rasa takut akan bahaya mencintai emas dan perak secara berlebihan, melebihi rasa takut terhadap ular atau kalajengking. • Cegahlah ia dari mengambil sesuatu milik temannya, baik dari keluarga terpandang (kaya), sebab itu merupakan cela, kehinaan dan menurunkan wibawa, maupun dari yang fakir, sebab itu adalah sikap tamak atau rakus. Sebaliknya, ajarkan ia untuk memberi karena itu adalah perbuatan mulia dan terhormat. • Jauhkan dia dari kebiasaan meludah di tengah majlis atau tempat umum, membuang ingus ketika ada orang lain, membelakangi sesama muslim dan banyak menguap. • Ajari ia duduk di lantai dengan bertekuk lutut atau dengan menegakkan kaki kanan dan menghamparkan yang kiri atau duduk dengan memeluk kedua punggung kaki dengan posisi kedua lutut tegak. Demikian cara-cara duduk yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam. • Mencegahnya dari banyak berbicara, kecuali yang bermanfaat atau dzikir kepada Allah. • Cegahlah anak dari banyak bersumpah, baik sumpahnya benar atau dusta agar hal tersebut tidak menjadi kebiasaan. • Dia juga harus dicegah dari perkataan keji dan sia-sia seperti melaknat atau mencaci maki. Juga dicegah dari bergaul dengan orang-orang yang suka melakukan hal itu. • Anjurkanlah ia untuk memiliki jiwa pemberani dan sabar dalam kondisi sulit. Pujilah ia jika bersikap demikian, sebab pujian akan mendorongnya untuk membiasakan hal tersebut. • Sebaiknya anak diberi mainan atau hiburan yang positif untuk melepaskan kepenatan atau refreshing, setelah selesai belajar, membaca di perpustakaan atau melakukan kegiatan lain. • Jika anak telah mencapai usia tujuh tahun maka harus diperintahkan untuk shalat dan jangan sampai dibiarkan meninggalkan bersuci (wudhu) sebelumnya. Cegahlah ia dari berdusta dan berkhianat. Dan jika telah baligh, maka bebankan kepadanya perintah-perintah. • Biasakan anak-anak untuk bersikap taat kepada orang tua, guru, pengajar (ustadz) dan secara umum kepada yang usianya lebih tua. Ajarkan agar memandang mereka dengan penuh hormat. Dan sebisa mungkin dicegah dari bermain-main di sisi mereka (mengganggu mereka).Demikian adab-adab yang berkaitan dengan pendidikan anak di masa tamyiz hingga masa-masa menjelang baligh. Uraian di atas adalah ditujukan bagi pendidikan anak laki-laki. Walau demikian, banyak di antara beberapa hal di atas, yang juga dapat diterapkan bagi pendidikan anak perempuan. Wallahu a’lam. Dari mathwiyat Darul Qasim “tsalasun wasilah li ta’dib al abna’’” asy Syaikh Muhammad bin shalih al Utsaimin rahimahullah . [Ubaidillah Masyhadi/alsofwah]
Diposkan oleh HIDAYAT ATIK P di 20:37
Langganan:
Postingan (Atom)
